Bismillaah
akhir-akhir ini dia memang baik, terlebih setelah dia mengeluh stress...
bahkan sangat baik bagi saya....
-----------------
mesej terkirim:
"Saya menyukainya."
-----------------
tidak lagi menggunakan kalimat tanya, "bagaimana jika saya menyukainya?"
----------------
saya merasa sempat blank ketika ada kalimat ketuk palu darinya...
saya merasa seperti kehilangan mawar jingga yang pertama..... kadarnya lebih....
saya perasa ya......
ini mungkin karna harapan yang dibangun dalam jangka yang singkat dg kemestri yang kuat... akselerasi nyata dan bawah sadar.....
antara saya dan patner hidupnya sudah cocok kiranya...... anak-anaknya juga.....
apa saya salah? menjadi yang ke 2? tapi toh di akan tetap jadi yang pertama untuk anak-anak kami (kalau diizinkan)
----------------
saya remuk,,
air hangat terasa dipelupuk...
tidak dapat berfikir....
hanya ingin rebahan, ke pantai, muraja'ah dan menulis....
----------------
saya mendapat pesan firasat & mimpinya terlambat sebgaimana terlambatnya saya menyadari "cara kotor" yang menyelinap....
ia seakan sudah closing statment.... dengan segenap emosional saya meresponnya...... semua rasa tumpah ruah.....
----------------
kita bicara baik-baik...... kita telusuri jejak yang ada...
kata kunci adalah khitbah....
saya telah dikhitbah..........
harusnya saya senang toh? perempuan mana yang tak senang dilamar yang kemudian memiliki potensi akan berkeluarga?...... jawabanya adalah perempuan dg titel "siti nurbaya".... mereka tentu tidak senang...sebab mereka menjadi tidak merdeka....
----------------
saya mau marah,, saya ingin menghempas semua,, saya ingin teriak,, saya ingin..........ah, semua tidak beraturan.....
saya bukan wanita sufi, yang rela mengorbankan diri menikah dengan orang yang tidak dicintainya agar dapat mengendalikan keta'atan.....
atau saya ingin mencoba begitu??????
dimiliki tapi tidak dihayati.... hidup dalam kelabu.... dalam kekakuan.... sebagaimana karater impian...
hidup bersama tanpa sensasi......
---------------
saya ingin bilang.....
saya mau berada disana..... bertemu Bilqis..... dapat melihat Anisah dalam wujud nyata.... dapat menyentuhnya... dapat menyalami kemudian memeluknya... dan berkata, "mba saya senang menjadi saudari anda yang saling melengkapi & berbagi"...
atau saya akan memposisikan diri saya sebagai Anisah & menjadi Rara yang lain untuk hidup saya.....
--------------
aku menjadi diriku dengan "meramaikan" ini?
atau aku melawan dalam diam? dengan mengorbankan diriku diawal dan menyayat luka ditiap detik kebersamaan?
pilihan terakhir ini akan membuatku melarung mimpi,, cita-cita,, dan asa......
membuat kelabu warna jingga... membuat tak bergairah warna merah....
latihan masakku akan tawar..... pendidikan akan hampa.... belajar perawatanku akan sirna...
=========================================================================
aku manghadap-MU duhai Robb....
aku hamba-MU dan ENGKAU yang mengatur hidupku...
aku serahkan pada-MU segala apa yang memang bukan menjadi hakku....
aku tetap menyimpan harapan & keyakinan bahwa ENGKAU adalah sebaik-baik penolong dalam hidupku...
akhir-akhir ini dia memang baik, terlebih setelah dia mengeluh stress...
bahkan sangat baik bagi saya....
-----------------
mesej terkirim:
"Saya menyukainya."
-----------------
tidak lagi menggunakan kalimat tanya, "bagaimana jika saya menyukainya?"
----------------
saya merasa sempat blank ketika ada kalimat ketuk palu darinya...
saya merasa seperti kehilangan mawar jingga yang pertama..... kadarnya lebih....
saya perasa ya......
ini mungkin karna harapan yang dibangun dalam jangka yang singkat dg kemestri yang kuat... akselerasi nyata dan bawah sadar.....
antara saya dan patner hidupnya sudah cocok kiranya...... anak-anaknya juga.....
apa saya salah? menjadi yang ke 2? tapi toh di akan tetap jadi yang pertama untuk anak-anak kami (kalau diizinkan)
----------------
saya remuk,,
air hangat terasa dipelupuk...
tidak dapat berfikir....
hanya ingin rebahan, ke pantai, muraja'ah dan menulis....
----------------
saya mendapat pesan firasat & mimpinya terlambat sebgaimana terlambatnya saya menyadari "cara kotor" yang menyelinap....
ia seakan sudah closing statment.... dengan segenap emosional saya meresponnya...... semua rasa tumpah ruah.....
----------------
kita bicara baik-baik...... kita telusuri jejak yang ada...
kata kunci adalah khitbah....
saya telah dikhitbah..........
harusnya saya senang toh? perempuan mana yang tak senang dilamar yang kemudian memiliki potensi akan berkeluarga?...... jawabanya adalah perempuan dg titel "siti nurbaya".... mereka tentu tidak senang...sebab mereka menjadi tidak merdeka....
----------------
saya mau marah,, saya ingin menghempas semua,, saya ingin teriak,, saya ingin..........ah, semua tidak beraturan.....
saya bukan wanita sufi, yang rela mengorbankan diri menikah dengan orang yang tidak dicintainya agar dapat mengendalikan keta'atan.....
atau saya ingin mencoba begitu??????
dimiliki tapi tidak dihayati.... hidup dalam kelabu.... dalam kekakuan.... sebagaimana karater impian...
hidup bersama tanpa sensasi......
---------------
saya ingin bilang.....
saya mau berada disana..... bertemu Bilqis..... dapat melihat Anisah dalam wujud nyata.... dapat menyentuhnya... dapat menyalami kemudian memeluknya... dan berkata, "mba saya senang menjadi saudari anda yang saling melengkapi & berbagi"...
atau saya akan memposisikan diri saya sebagai Anisah & menjadi Rara yang lain untuk hidup saya.....
--------------
aku menjadi diriku dengan "meramaikan" ini?
atau aku melawan dalam diam? dengan mengorbankan diriku diawal dan menyayat luka ditiap detik kebersamaan?
pilihan terakhir ini akan membuatku melarung mimpi,, cita-cita,, dan asa......
membuat kelabu warna jingga... membuat tak bergairah warna merah....
latihan masakku akan tawar..... pendidikan akan hampa.... belajar perawatanku akan sirna...
=========================================================================
aku manghadap-MU duhai Robb....
aku hamba-MU dan ENGKAU yang mengatur hidupku...
aku serahkan pada-MU segala apa yang memang bukan menjadi hakku....
aku tetap menyimpan harapan & keyakinan bahwa ENGKAU adalah sebaik-baik penolong dalam hidupku...