Bismillaah
lagi ku pegang noki ku, kulihat riwayat panggilan keluar dan ku redial.... Calling...
entah... ini panggilan yang keberapa ku lakukan... aku seakan tak peduli ia mau merasa jenuh atau risih atau kesal karna ku telpon berkali-kali.........
terdengar jawaban yang tetap dengan nada sama... sabar & hangat, "ada apa sayang?"
"oooo... honey..... menyebalkan... menyebalkan.... pokoknya sebel, dia gak berubah.. dia tetep bikin ulah hufh..." coletehku yang kesekian kalinya dengan inti pembicaraan yang sama...
bagaimana nggak fikirku...
aku mencoba menjaga perasaanya tapi apa yang di lakukan, kata orang jawa "nge'nyek".... (akukan gak doyan peyek, kecuali tivi-tivi yang lagi booming-boomingnya dengan iwak peyek).
aku gak suka dengan brisik, eh dia brisik banget dari decak ngeluh ampe dumelan-dumelannya yang gak penting untuk aku ketauhi... kita sama-sama kerja fikirku.... kan kamu yang minta dan mau ikut kerja denganku... aku butuh staff dalam pekerjaan baru di usaha yang baru mulai akan di rintis pula.....
aku mencoba berbagi, karna kantor cuma ada meja kerja untukku maka ku coba bagi denganmu, aku dapat fasilitas kantor ku bagi denganmu... tapi kok kayaknya gak tahu diri.... semua ada adat dan takaran wajarnya tapi apa yang kamu lakukan? kita memang dekat di kampus tapi ini lahan kerja Sis, lihat tempat dong, masak kerjaanmu kadang aku yang nanggung, jelas gaji pertamamu lebih besar dari gaji pertamaku dengan kapasitas kerja yang sangat jauh, dulu apa-apa ku kerjakan sendiri... kurang baik apa lagi toh? kok kerja gak becus.. aku bertanggungjawab atas kerjamu jadi jangan tawarkan aku apa-apa dalam ruang kantor kecuali kinerjamu....
hampir sepekan ini tema ini terus hangat ku obrolkan dengan beberapa orang terdekat karna aku hampir remuk oleh moodku yang semakin buruk dari hari ke hari dengan muka yang sangat jelas menggambarkan isi hatiku yang kesal...
aku paling anti banget dengan orang kasar, ngomong belagu dan mimik muka yang gak berdosa.......
aku dilahirkan dalam keluarga yang penuh atmosfir jawa. cara bicara dengan intionasi tinggi adalah sama dengan marah dan tidak sopan seakan tuna runggu... sementara jika salah aku tidak akan berani menegadahkan kepala karna betapa malu plus menyakitkan mendapat tatapan nanar tanpa senyum... lha sekarang kalo salah malah cengegesan dan berkata, "gaaak tauuuu"... jelas ini kita sedang bekerja.... pikul tanggungjawabmu, kamu harus tahu, kalo gak, kamu dibayar untuk apa dong???
ada hal yang paling mengesalkan, saat dia mulai merasa keteteran dengan kerjaannya, ia hempas barang-barang, lidahnya mulai berdecak mengeluh dan berkata, "aku pusing", "aku stress" dls...
dan aku merasa tersinggung dengan itu.... sensor ku menanggap "mengapa kamu menyuruhkan bekerja begini?"
ketika ku putuskan menggunakan handset dengan tujuan agar aku tak mendengar suara-suara yang tak pantas itu.. tapi apa dianya???? ia juga memakai handset.....
aduhai, dari dulu bila ia menciplak pola fikirku dengan permainan kata yang ku nilai smart maka ku anggap tak masalah karna kampus penuh dengan warna untuk eksist..
tapi kini kalo dari gaya pakean, suara ngomong saat online phone dengan relasi juga di plagiat maka aku katakan. "aku muak"...
kalo dikatakan aku iri, ku kira wajar.... secara ni ya: beban kerjanya gak berat bagiku tapi mengeluh lebih banyak dan mampu merawat diri pula (baca:berdandan disela kerja)........ tentu aku iri..... lihat aku bertungkus lumus.... jerawat di mana-mana dan harus ready di"marah" atasan dengan tiap pekerjaannya dan pekerjaanku yang terakumulasi di aku...
ini sungguh menguras hati (ceileee)...
aku hampir-hampir ingin mengutarakn risgn lagi...
waktu sendiri aku mudah kecapean, sekarang berdua aku ketempuan...
aku hampir-hampir ingin mengutarakn risgn lagi...
waktu sendiri aku mudah kecapean, sekarang berdua aku ketempuan...
tapi dari semua itu aku sering kali menyadarkan diri bahwa good happened to good people.... jadi tulus ajahlah.. itu yang kutanamkan... mau aku dapat cap apapun dari oranglain maka aku gak boleh goyah, aku fokus ke tujuan...
sekarang yang ku fahami adalah tidak ada teman dalam kerja, istilah patner sama dengan saingan... dalam ruangan kerja kamu harus berkompetisi to get better from your boss..... entah hanya pujian atau ucapan terimakasih yang tulus....
"bla bla bla... " respon dari sebrang sana tidak terdengar olehku dengan jelas tiba-tiba... "hei.. hei... denger gak si?"
"langsung ku jawab, "ups... hehe... tar yah, aku mau break kerja dulu dear, see you.. thanks ya udah mau denger"..
yah memang pada intinya aku hanya pengen curhat... ada yang mendengar & ada yang tahu bahwa aku sering kali sesek dengan aroma kantorku....
-------------------------------------------
"yaudah kamu fokus ajah usaha dan kerja sesuai bidangmu, gimana?"
"inikan bidangku juga... ekonomi juga... cuma kalo ngajar aku belum pengen, rasanya kerjaan ini ingin aku tekuni dulu... intrik-inriknya seru... ada solusi lain"
"heeemmmm" hela nafas lawan bicaraku.... "kamu ni aneh yah Ra, kadang mau berhenti kadang gak, gimana sih yang bener?"
temen curhatku mulai kesel....
aku cuma diem, males, capek.....
aku cuma diem, males, capek.....
melihat aku gak ada respon.... dia gemes juga... "Nouraaaa... kamu denger gak si? duh, gini kali rasa temen kantormu yang dicuekin yah...."
"eet, enak ajah... lebih parah tauh,,aku jarang bange sekarang kalo ngomong natap dia..., abisnya bete' ngeliatin dia.... silau tau gak....."
"ih, kejam ya dirimu?"
"ketimbang diluahin semuanya gimana, hayo,,, sakit hati tuh tar denger aku ngiming apa adanya"
"emang kalo lu cuek bebekin dia kayak gini, dia gak sakit hati?"
"sakit kali, tapi gak sesakit luka di hati ku kan?"
"sakit kali, tapi gak sesakit luka di hati ku kan?"
"halah gayamu"
------------------------------------------
1 susi eh,sisi aku tahu kalo aku egois, keras kepala & gengsian....
tapi aku tahu rasa iba.. jadi ku fikir ini gak sejahat yang dibayangkan...
tapi aku tahu rasa iba.. jadi ku fikir ini gak sejahat yang dibayangkan...
aku cuma mau ada pelajaran... terutama aku orangnya tidak enakan.....
------------------------------------------
ngeliat ke kaca
ya Allah... muka ku kusam banget, jerawat merajai.... flek hitam, kerutan...
kusentuh berulang-ulang.... "kasar" gumamku...
"udalah say, gak apa muka jelek yang penting tata bicaranya buat adem untuk telinga...."
"oh, jadi lu fikir orang ngomong ke aku ambil merem gitu? dasar lu"
kusentuh berulang-ulang.... "kasar" gumamku...
"udalah say, gak apa muka jelek yang penting tata bicaranya buat adem untuk telinga...."
"oh, jadi lu fikir orang ngomong ke aku ambil merem gitu? dasar lu"
"coba deh lu tutup mata, duduk dengan santai, dengar suara hujan diluar, dan nih gue bawain air rendeman kaki, bunga-bungaan ama wedang jeruk."
"waaaahhh kamu baeeeek bangeeet cinta, aku jadi terharu."
"waaaahhh kamu baeeeek bangeeet cinta, aku jadi terharu."
"alah, lu kayak gue gak baik ajah..."
aku tahu temenku yang satu ini emang tulus banget... dari awal kita ketemu udah klop..... sensitifitasnya sama, nyambung kalo ngobrol... walau kalo udah soal wawasan yang lagi booming diluar bidangnya dia parah banget, gak update....
aku tahu temenku yang satu ini emang tulus banget... dari awal kita ketemu udah klop..... sensitifitasnya sama, nyambung kalo ngobrol... walau kalo udah soal wawasan yang lagi booming diluar bidangnya dia parah banget, gak update....
tapi terlepas dari kecerian itu kadang kami juga brantem.. kadang dia yang ngalahan, kadang dia yang gak mau ngalah jadi kepaksa deh aku yang ngalah...
dia tuh juga pemurah & jawanya terasa banget,, jadi kami sama-sama bisa menjaga....
sejauh ini begitulah pertemanan kami.....
dia tuh juga pemurah & jawanya terasa banget,, jadi kami sama-sama bisa menjaga....
sejauh ini begitulah pertemanan kami.....
kami gak rutin ketemu tapi tetep rutin kontak yah untuk ngeluarin uneg-eneg atau ngiriin kalo lagi bahagia.....
aku tahu hidupnya juga gak mudah, untuk anak desa (Dusun si sebenarnya) seukuran dia cepat tumbuh di sini.. walaupun gak metropolitan tapi ini tetep ajah kota.... hidup keras....
banting tulangnya, kesabarannya luarbiasa... dan salutnya kota tak merubah sosok ndeso'nya...
yang ndeso'nya itu aku nilai adalah plus untuknya....
pertama-tama aku si gak "gitu" bener ke dia, secara gak update... rasanya ngobrol mandeg... bahan kurang tapi makin ke sini makin keliat kalo dia ternyata seru juga... walau gak update tapi dia mau nerima dan tidak sombong (rajin menabung & baik hati---serius ini juga beneran---).
profesinya mengajar anak-anak kecil membuat ia mudah memaklumi dan pengertian....
hampir-hampir kebanyakan aku yang marahin dia.....
sukurnya dia bukan tipe pendendam..... dia marah sebentar banget, 195 derajat bertolak belakang denganku....
---------------------------------------
suatu ketika ada yang suka padanya... hubungan mereka terjalin cukup lama..... sampe dia dikenelin di keluarganya.... tapi ga di duga.... dia "dibuang" begitu saja........
"kenapa lu dulu batal nikah?"